Kompilasi Data Profil Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tahun 2024
2024
KOMPILASI_PRODUK_ADMINISTRASI
DEMOGRAFI_DAN_KEPENDUDUKAN
STATISTIK_SEKTORAL
Latar Belakang Kegiatan:
Dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera serta pengendalian pertambahan penduduk disuatu negara dan pelayanan Keluarga Berencana merupakan salah satu program sosial dasar yang sangat penting dan merupakan rangkaian pembangunan kependudukan dan keluarga yang berkualitas sebagai langkah penting dalam mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan ini diarahkan sebagai upaya pengendalian kualitas penduduk melalui Keluarga Berencana, serta pengembangan dan peningkatan kualitas penduduk melalui perwujudan keluarga yang berkualitas. Metode Kontrasepsi adalah pemilihan alat atau cara yang digunakan untuk dapat mengatur atau menghentikan suatu kehamilan. Sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatur jumlah kelahiran di suatu wilayah maka dicanangkan program KB secara gratis bagi masyarakat. Melalui program KB pemerintah berharap banyak masyarakat yang dapat ikut serta dalam program pengaturan jumlah anak. Pemerintah juga menyediakan berbagai metode yang dapat digunakan sesuai dengan keingininan calon akseptor, antara lain yaitu IUD, Implant, dan Tubektomi (MOW). Selain itu penggunaan KB bukan hanya dapat digunakan oleh Wanita saja, tetapi pria dapat melakukan KB MKJP melalui Vasektomi dan dapat difasilitasi oleh Pemerintah. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 87 tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga bahwa Pemerintah Daerah menyediakan sarana dan prasarana perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga dan pelayanan Keluarga Berencana, maka Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk dapat menjalankan program KB dengan kualitas yang baik dan maksimal. Guna mengetahui sejauh mana keberhasilan program KB di Kota Surabaya, maka dirasa perlu untuk memperhatikan data peserta KB aktif guna meningkatkan keberhasilan program melalui langkah-langkah yang dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi dari data yang telah didapatkan.
Tujuan Kegiatan:
Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu : 1. Pemetaan peserta KB aktif sesuai dengan metode yang digunakan di wilayah Kota Surabaya 2. Meningkatkan pelayanan KB melalui evaluasi yang telah dilakukan berdasarkan hasil data peserta KB aktif 3. Mencegah Pasangan Usia Subur terhindar dari 4T. (Terlalu Tua, Terlalu Muda, Terlalu dekat, Terlalu Banyak) 4. Menjadikan Kota Surabaya Zero Stunting
Rencana Jadwal Kegiatan:
Variabel yang Dikumpulkan:
| Nama Variabel | Konsep | Definisi | Referensi Waktu |
|---|---|---|---|
| Kecamatan | Kecamatan | Kecamatan adalah bagian wilayah daerah provinsi yang dipimpin oleh camat | Bulanan |
| Pasangan Usia Subur yang menggunakan kontrasepsi | Pasangan Usia Subur yang menggunakan kontrasepsi | Pasangan Usia Subur adalah pasangan suami istri yang istrinya berusia 15-49 tahun, berusia kurang dari 15 tahun dan sudah haid, dan/atau berusia lebih dari 50 tahun dan masih haid. Kontrasepsi adalah cara mencegah kehamilan dengan menggunakan alat/obat pencegah kehamilan seperti spiral, kondom, pil anti hamil, dll atau dengan metode alami yang dipercaya dapat mencegah kehamilan seperti pantang berkala, senggama terputus, metode menyusui alami, dan lainnya | Bulanan |
| Pasangan Usia Subur yang menggunakan kontrasepsi modern | Pasangan Usia Subur yang menggunakan kontrasepsi modern | Metode Kontrasepsi Modern meliputi metode operasi pria (MOP) atau sterilisasi pria, metode operasi wanita (MOW) atau dan sterilisasi wanita, IUD, implant KB, suntik KB, pil, kondom, diafragma, Metode Amenorrhea Laktasi (MAL) dan kontrasepsi darurat | Bulanan |
| Pasangan Usia Subur yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) | Pasangan Usia Subur yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) | Metode Kontrasepsi Jangka Panjang meliputi metode operasi pria (MOP) atau sterilisasi pria, metode operasi wanita (MOW) atau dan sterilisasi wanita, IUD, implant KB | Bulanan |
| Pasangan Usia Subur yang tidak terpenuhi kebutuhan ber KB | Pasangan Usia Subur yang tidak terpenuhi kebutuhan ber KB | Kebutuhan Keluarga Berencana yang Tidak Terpenuhi (Unmet Need KB) meliputi (1) perempuan yang tidak sedang hamil atau tidak sedang amenore postpartum, dalam keadaan subur, dan ingin menunda kehamilan dalam waktu 2 tahun yang akan datang atau tidak ingin anak lagi, tetapi tidak menggunakan alat/cara KB; (2) sedang hamil tetapi kehamilannya tidak tepat waktu atau tidak diinginkan; atau (3) sedang amenore postpartum tetapi kehamilannya yang terjadi dalam 2 tahun terakhir tidak tepat waktu atau tidak diinginkan | Bulanan |
Pasangan Usia Subur adalah pasangan suami istri yang istrinya berusia 15-49 tahun, berusia mulai dari 15 tahun dan sudah haid, sampai berusia 49 tahun dan masih haid. Kontrasepsi adalah cara mencegah kehamilan dengan menggunakan alat/obat pencegah kehamilan seperti intra uterine device (IUD), Implant, Metode Operasi Wanita (MOW)/Tubektomi, Metode Operasi Pria (MOP) /Vasektomi, kondom, pil, suntik, atau dengan metode alami yang dipercaya dapat mencegah kehamilan seperti pantang berkala, senggama terputus, dan metode menyusui alami
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaMetode Kontrasepsi Modern meliputi metode operasi pria (MOP)/Vasektomi, metode operasi wanita (MOW)/Tubektomi, intra uterine device (IUD), implant, suntik, pil,dan kondom
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaKebutuhan Keluarga Berencana yang Tidak Terpenuhi (Unmet Need KB) meliputi perempuan yang tidak sedang hamil atau tidak sedang amenore postpartum, dalam keadaan subur, dan ingin menunda kehamilan dalam waktu 2 tahun yang akan datang atau tidak ingin anak lagi, tetapi tidak menggunakan alat/cara KB
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaKecamatan adalah wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala kecamatan yang disebut camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada bupati/wali kota melalui sekretaris Daerah.
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaMetode Kontrasepsi Jangka Panjang meliputi metode operasi pria (MOP) / Vasektomi, metode operasi wanita (MOW) / Tubektomi, intra uterine device (IUD), dan implant
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya| Nama Variabel | - |
|---|---|
| Alias | - |
| Definisi | - |
| Referensi Waktu | - |
| Ukuran | - |
| Satuan | - |
| Tipe Data | - |
| Kalimat Pertanyaan | - |
| Dapat Diakses Umum | - |
| Produsen Data | - |
Kompilasi seluruh data Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan kontrasepsi di setiap kecamatan Kota Surabaya pada periode tertentu
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaKompilasi seluruh data Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan kontrasepsi modern di setiap kecamatan Kota Surabaya pada periode tertentu
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaKebutuhan Keluarga Berencana yang Tidak Terpenuhi (Unmet Need KB) meliputi perempuan yang tidak sedang hamil atau tidak sedang amenore postpartum, dalam keadaan subur, dan ingin menunda kehamilan dalam waktu 2 tahun yang akan datang atau tidak ingin anak lagi, tetapi tidak menggunakan alat/cara KB
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota SurabayaKompilasi seluruh data Pasangan Usia Subur (PUS) yang menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di setiap kecamatan Kota Surabaya pada periode tertentu
Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya| Nama Indikator | - |
|---|---|
| Definisi | - |
| Interpretasi | - |
| Metode Perhitungan | - |
| Rumus | - |
| Ukuran | - |
| Satuan | - |
| Indikator Komposit | - |
| Level Estimasi | - |
| Dapat Diakses Umum | - |
| Produsen Data | - |
Isi tab Desain
Isi tab Pengumpulan Data
Isi tab Diseminasi
Isi tab Variabel Kegiatan
Isi tab Indikator Kegiatan
© 2024 Open Data Surabaya – All rights reserved